Ibu Pekerja Vs Ibu Rumah Tangga, Bagaimana Pendapat Suami?

Membahas soal menjadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga. Saya jadi teringat dengan perkataan suami tempo hari. Bila suami dan istri bekerja dan masing-masing pendapatan mereka 5 juta maka totalnya 10 juta, maka bila istri tidak bekerja pun pendapatan akan tetap 10 juta. Lho kok bisa? Pikir saya.

Sebenarnya bukan nominalnya penghasilannya yang tetap 10 juta, melainkan pendapatan dan pengeluaran ibarat sepuluh juta. Begini penjelasannya bunda. Sebenarnya the real condition  adalah penghasilan suami istri masing-masing 5 juta menjadi 10 juta maka bila istri tak bekerja yang ada hanya pendapatan 5 juta, alasannya hanya suami yang bekerja.

Namun, dengan perkiraan pengeluaran untuk biaya rumah tangga ibarat menyewa baby sitter atau tangan kanan rumah tangga, makan diluar atau fix cost sekitar 30%, termasuk listrik dan pulsa. Tidak perlu ada pengeluaran untuk hal-hal berikut ini:


Membahas soal menjadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga Ibu Pekerja VS Ibu Rumah Tangga, Bagaimana Pendapat Suami?

1. Pengeluaran untuk ongkos kerja istri dan suami, yang memakan sekitar 20% dari total pendapatan berdua, Karena istri bekarja cuma-cuma dirumah berbakti pada suami dan mengurus anak-anak.
2. Pengeluaran untuk tangan kanan rumah tangga biasa yang memakan biaya sekitar 10% dari pendapatan berdua untuk mengurus anak dan rumah. Namun hal itu tidak perlu bila istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Karena istri yang mengurus rumah dan menjaga anak-anak.
3. Pengeluaran untuk les anak-anak, yang pengeluarannya sekitar 10% dari pendapatan honor berdua. Karena ada istri dirumah. Kaprikornus istri yang membantu anak mencar ilmu dan mengaji.
4. Pengeluaran untuk asuransi kesehatan premi tiap bulannya sanggup hingga 10% pendapatan berdua. Karena adanya istri akan merawat bawah umur dengan baik dirumah.
5. pengeluaran program gathering dengan keluarga setiap minggunya. alasannya suami istri sibuk bekerja dan jarang saling bertemu terutama dengan bawah umur mereka. Maka perlunya ada program gathering setiap minggunya ibarat makan-makan diluar yang anggarannya sanggup mencapai 20% pendapatan berdua. Namun bila istri dirumah. Hal semacam itu tidak perlu alasannya ada istri yang memasak lebih enak daripada masakan luar.
Jadi kesimpulannya ialah bila pendapatan suami istri masing-masing 5 juta menjadi 10 juta. Maka perhitungan bila istri bekerja adalah:
1. Fix cost 30% x 10 ialah 3
2. Ongkos kerja suami istri 20% x 10 ialah 2
3. Gaji Asisten rumah tangga 10% x 10 ialah 1
4. Biaya les bawah umur 10% x 10 ialah 1
5. Asuransi 10% x 10 ialah 1
6. Makan diluar 20% x 10 ialah 2
Maka total biaya 10, tentunya pendapatan 10 juta tersebut habis. Namun bila istri tidak bekerja dan pendapatan hanya dari suami yakni 5 juta saja maka pengeluaran menjadi:
1. Fix cost 60% x 5 ialah 3
2. Ongkos 20% x 5 ialah 1
3. Gaji tangan kanan rumah tangga tidak perlu.
4. Les anak tidak perlu.
5. Asuransi tidak perlu.
6. Makan diluar tidak perlu alasannya istri memasak dirumah.
Maka total biaya hanya 4 dan masih tersisa 1, dan sisanya tersebut sanggup di tabung atau di simpan untuk biaya cadangan untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Terlepas dari klarifikasi di atas sesungguhnya rezeki bertambah tidak selalu bertambah nilainya, melainkan alasannya pemanfaatan yang sempurna dan yang terpenting ialah bersyukur. Serta laba dari hal ini ialah istri punya waktu banyak dirumah untuka melaksanakan ibadah perhiasan ibarat dhuha, tadarus Al-Qur'an. Dan pastinya disetiap doa istri niscaya terselip nama suami. Hal itulah yang sanggup mengundang rezeki tiba tak di duga-duga.
Tapi hal itu ialah pilihan. Namun yakinlah saat suami bekerja sendirian, maka Allah selipkan rezeki istri dan bawah umur melalui suami. Dan akan lebih baik biala bawah umur di urus oleh ibunya sendiri ketimbang tangan kanan rumah tangga. 

Bagaimanapun juga sebaik-baiknya orang lain mengurus anak dan rumah tangga tidak akan sanggup sebaik istri apalagi istri ialah "Al Ummu Madrasatul Ula" ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Selain itu hubungan antar anak dan ibu serta hubungan antar suami dan istri akan harmonis, senantiasa ada komunikasi yang baik.Wallahu'alam.
Sekian Informasi yang sanggup aku bagikan. Terima kasih telah mampir dan membaca. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel